
Gusi berdarah adalah kondisi yang menandakan adanya peradangan pada gusi yang umumnya disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut tertentu. Kondisi ini juga dapat terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, atau menderita gangguan pembekuan darah.
Gusi berdarah yang terjadi sesekali umumnya dapat diatasi dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Namun, jika berlangsung secara terus-menerus atau sering kambuh, gusi berdarah dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang lebih serius dan memerlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter.
Gusi berdarah umumnya terjadi akibat penumpukan plak di garis batas gigi dan gusi. Plak yang menumpuk dapat menyebabkan gingivitis atau radang gusi. Apabila tidak ditangani, plak dapat mengeras menjadi karang gigi dan meningkatkan risiko terjadinya gusi berdarah.
Gingivitis yang tidak ditangani juga dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi pada gusi yang merusak gigi, tulang rahang, dan jaringan ikat yang menghubungkan gigi dan gusi. Periodontitis sering disertai dengan perdarahan pada gusi, gigi goyang, hingga risiko gigi tanggal.
Gusi berdarah dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gusi berdarah, yaitu:
Gusi berdarah tidak selalu menimbulkan rasa nyeri. Namun, ada beberapa gejala yang umumnya menyertai gusi berdarah, yaitu:
Tergantung pada penyebabnya, gusi berdarah juga dapat disertai keluhan lain. Sebagai contoh, gusi berdarah akibat gangguan pembekuan darah bisa menimbulkan gejala mimisan, atau darah pada urine dan tinja.
Sementara itu, gusi berdarah akibat periodontitis dapat disertai bau mulut, nyeri saat mengunyah makanan, serta gigi goyang atau tanggal (copot).
Gusi berdarah dapat dikonsultasikan terlebih dahulu melalui Chat Bersama Dokter. Konsultasi secara online bisa dilakukan bila keluhan yang timbul masih ringan, terjadi sesekali atau tidak disertai keluhan berat.
Melalui konsultasi chat, dokter dapat membantu menilai kemungkinan penyebab gusi berdarah, serta memberikan saran perawatan awal yang dapat dilakukan di rumah.
Segera temui dokter jika Anda mengalami gusi berdarah yang berlangsung dalam jangka panjang atau terus-menerus, bahkan setelah mendapatkan perawatan. Anda juga perlu segera ke dokter jika gusi berdarah disertai dengan gejala lain yang mengarah pada kondisi serius.
Untuk mendiagnosis gusi berdarah, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan, kebiasaan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada gusi pasien. Jika diperlukan, dokter akan menjalankan pemeriksaan penunjang, meliputi hitung darah lengkap dan foto Rontgen.
Hitung darah lengkap dilakukan bila dokter menduga gusi berdarah disebabkan oleh kelainan darah. Sementara itu, foto Rontgen dilakukan apabila gusi berdarah diduga berkaitan dengan masalah pada gigi dan area rahang.
Pengobatan gusi berdarah tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sebagai contoh, bila gusi berdarah disebabkan oleh gingivitis, dokter dapat melakukan scaling gigi dan perawatan saluran akar gigi untuk menghilangkan karang dan bakteri dari permukaan gigi dan bagian bawah gusi.
Apabila terdapat gigi berlubang atau permukaan gigi yang tidak rata sehingga mempersulit pembersihan plak, dokter dapat melakukan prosedur tambal gigi atau perbaikan posisi gigi.
Pada gusi berdarah akibat periodontitis, scaling gigi dan perawatan saluran akar gigi juga dapat dilakukan. Bila ada infeksi di dalam rongga mulut, dokter akan memberikan antibiotik. Namun, jika periodontitis sudah parah, dokter akan menjalankan prosedur bedah cangkok jaringan lunak atau cangkok tulang.
Sementara itu, pada gusi berdarah yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti hemofilia atau diabetes, dokter akan menyarankan pasien agar mengontrol penyakit tersebut dengan baik.
Selain menjalani pengobatan dari dokter, pasien juga dapat melakukan perawatan secara mandiri di rumah untuk meredakan gejala gusi berdarah, seperti:
Gusi berdarah akibat gingivitis yang tidak diatasi dapat menyebabkan periodontitis atau infeksi gusi. Jika periodontitis tidak ditangani dengan baik, dapat terjadi berbagai komplikasi, seperti:
Komplikasi lain juga dapat terjadi pada pasien yang menderita acute necrotising ulcerative gingivitis (ANUG) atau trench mouth. Kondisi tersebut merupakan infeksi parah yang terjadi di gusi. Beberapa komplikasinya adalah:
Gusi berdarah dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut: