Berita Kesehatan
Radang Paru-paru (Pneumonia), Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Selasa, 02 Jun 2026 09:55:01

Apa Itu Radang Paru-paru?

Radang paru-paru, atau pneumonia, adalah kondisi ketika jaringan paru mengalami peradangan. Peradangan ini menyebabkan kantung udara kecil di paru (alveoli) terisi cairan atau nanah, sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida terganggu.

Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas dan tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang optimal.

Gejala Radang Paru-paru

Tanda radang paru-paru bisa berbeda-beda pada tiap orang, tetapi umumnya meliputi:

  • Demam, dengan suhu tubuh di atas 38°C
  • Batuk kering atau berdahak
  • Sesak atau sulit bernapas
  • Napas cepat dan dangkal
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Sakit Kepala
  • Tidak nafsu makan
  • Napas berbunyi (mengi)
  • Nyeri otot atau pegal linu
  • Bibir dan ujung jari terlihat kebiruan

Biasanya, gejala pneumonia mulai muncul dalam 1-2 hari setelah terinfeksi. Namun, pada sebagian orang, keluhan bisa saja baru dirasakan beberapa hari kemudian.

Perlu diingat bahwa gejala pneumonia, terutama pada tahap awal, sering kali menyerupai gejala flu biasa. Namun, jika gejala tidak tidak kunjung membaik setelah beberapa hari atau justru memburuk, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis paru atau permapasan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Faktor Risiko Radang Paru-paru

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko radang paru-paru, antara lain:

  • Anak-anak dan bayi
  • Orang lanjut usia, terutama di atas usia 55 tahun
  • Orang dewasa dengan Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya akibat penyakit kronis atau penggunaan obat tertentu
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Penyakit paru-paru kronis, seperti asma atau PPOK
  • Riwayat sering dirawat di rumah sakit atau penggunaan alat bantu napas

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter spesialis paru di RS Pondok Indah cabang terdekat jika Anda mengalami gejala radang paru-paru, seperti batuk kering atau berdahak yang tidak kunjung membaik, demam tinggi, sesak napas, nyeri dada saat bernapas, atau bibir serta ujung jari yang tampak kebiruan.

Diagnosis Radang Paru-paru

Untuk mendiagnosis radang paru-paru, dokter spesialis paru dan pernapasan akan menanyakan gejala yang dialami pasien, melakukan pemeriksaan fisik dengan stetoskop, dan melihat tanda-tanda lain seperti nyeri dada atau bibir yang kebiruan.

Jika diperlukan, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen dada, tes darah, pemeriksaan dahak, atau mengukur kadar oksigen dalam darah. Pemeriksaan ini membantu memastikan kondisi paru-paru, jenis kuman penyebab infeksi, serta tingkat keparahannya.

Pengobatan Radang Paru-paru

Penanganan pneumonia disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pada kasus yang ringan, penderita pneumonia mungkin bisa menjalani pengobatan rawat jalan. Namun, pada kasus yang berat atau terjadi pada pasien dengan sistem imun yang lemah, dokter akan menyarankan rawat inap agar bisa memberikan perawatan intensif.

Berikut ini adalah beberapa perawatan yang umumnya diberikan untuk mengobati pneumonia:

1. Pemberian obat-obatan

Dokter akan meresepkan antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai penyebab infeksi. Obat penurun demam dan pereda nyeri juga dapat diberikan untuk meredakan gejala yang dialami penderita pneumonia. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat batuk untuk meredakan keluhan yang dialami.

2. Terapi oksigen

Terapi ini diberikan pada pasien dengan kadar oksigen rendah atau mengalami sesak napas. Tujuannya adalah memastikan pernapasan tetap optimal agar kadar oksigen tubuh tetap normal.

3. Cairan infus

Minum air putih bisa membantu mengeluarkan dahak sekaligus memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, ketika tidak memungkinkan, dokter akan memberikan cairan lewat infus untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi. Cairan ini bisa berupa larutan garam, gula, atau campuran elektrolit yang dibutuhkan tubuh.

4. Pengeluaran cairan (draining of fluids)

Terkadang, radang paru-paru bisa menyebabkan cairan menumpuk di ruang antara paru-paru dan dinding dada, atau disebut pleural effusion. Untuk mengatasinya, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dengan cara memasukkan selang kecil ke dada, atau jika perlu melalui tindakan operasi ringan.