
Radang paru-paru, atau pneumonia, adalah kondisi ketika jaringan paru mengalami peradangan. Peradangan ini menyebabkan kantung udara kecil di paru (alveoli) terisi cairan atau nanah, sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida terganggu.
Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas dan tubuh tidak mendapat asupan oksigen yang optimal.
Tanda radang paru-paru bisa berbeda-beda pada tiap orang, tetapi umumnya meliputi:
Biasanya, gejala pneumonia mulai muncul dalam 1-2 hari setelah terinfeksi. Namun, pada sebagian orang, keluhan bisa saja baru dirasakan beberapa hari kemudian.
Perlu diingat bahwa gejala pneumonia, terutama pada tahap awal, sering kali menyerupai gejala flu biasa. Namun, jika gejala tidak tidak kunjung membaik setelah beberapa hari atau justru memburuk, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis paru atau permapasan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko radang paru-paru, antara lain:
Segera periksakan diri ke dokter spesialis paru di RS Pondok Indah cabang terdekat jika Anda mengalami gejala radang paru-paru, seperti batuk kering atau berdahak yang tidak kunjung membaik, demam tinggi, sesak napas, nyeri dada saat bernapas, atau bibir serta ujung jari yang tampak kebiruan.
Untuk mendiagnosis radang paru-paru, dokter spesialis paru dan pernapasan akan menanyakan gejala yang dialami pasien, melakukan pemeriksaan fisik dengan stetoskop, dan melihat tanda-tanda lain seperti nyeri dada atau bibir yang kebiruan.
Jika diperlukan, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen dada, tes darah, pemeriksaan dahak, atau mengukur kadar oksigen dalam darah. Pemeriksaan ini membantu memastikan kondisi paru-paru, jenis kuman penyebab infeksi, serta tingkat keparahannya.
Penanganan pneumonia disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pada kasus yang ringan, penderita pneumonia mungkin bisa menjalani pengobatan rawat jalan. Namun, pada kasus yang berat atau terjadi pada pasien dengan sistem imun yang lemah, dokter akan menyarankan rawat inap agar bisa memberikan perawatan intensif.
Berikut ini adalah beberapa perawatan yang umumnya diberikan untuk mengobati pneumonia:
Dokter akan meresepkan antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai penyebab infeksi. Obat penurun demam dan pereda nyeri juga dapat diberikan untuk meredakan gejala yang dialami penderita pneumonia. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat batuk untuk meredakan keluhan yang dialami.
Terapi ini diberikan pada pasien dengan kadar oksigen rendah atau mengalami sesak napas. Tujuannya adalah memastikan pernapasan tetap optimal agar kadar oksigen tubuh tetap normal.
Minum air putih bisa membantu mengeluarkan dahak sekaligus memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, ketika tidak memungkinkan, dokter akan memberikan cairan lewat infus untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi. Cairan ini bisa berupa larutan garam, gula, atau campuran elektrolit yang dibutuhkan tubuh.
Terkadang, radang paru-paru bisa menyebabkan cairan menumpuk di ruang antara paru-paru dan dinding dada, atau disebut pleural effusion. Untuk mengatasinya, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dengan cara memasukkan selang kecil ke dada, atau jika perlu melalui tindakan operasi ringan.