Berita Kesehatan
Penyebab dan Faktor Risiko Karies Gigi
Kamis, 19 Mei 2022 11:38:15

Karies gigi atau gigi berlubang termasuk salah satu masalah kesehatan yang sangat umum. Bila terus dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Sebelum mencegah karies pada gigi, ada baiknya Anda mengetahui penyebab dan faktor risikonya terlebih dahulu.

Bagaimana karies gigi dapat terjadi?

Di dalam mulut dan gigi manusia, terdapat sekitar lebih dari 700 spesies bakteri yang hidup dan berkembang biak. Bakteri ini bertahan hidup dengan memanfaatkan gula dari makanan yang Anda konsumsi sebagai energi.

Saat mengubah gula menjadi energi, bakteri di mulut membuat asam sebagai produk limbah. Nantinya, asam dan bakteri yang bercampur dapat membentuk plak.

Plak adalah lapisan lengket nan bening yang melapisi gigi Anda. Bila Anda tidak rutin membersihkan sisa-sisa makanan dari gigi, plak akan terus menumpuk dan mengeras pada garis gusi hingga menjadi karang gigi.

Karang yang menempel pada gigi lambat laun akan menggerogoti email (enamel), lapisan keras terluar yang melindungi gigi. Kandungan asam dalam karang menghilangkan mineral enamel dan membuat lapisannya terkikis. Dari sini timbullah gigi berlubang.

Setelah enamel terkikis, bakteri dan asam menyerang lapisan gigi di bawahnya yang disebut dentin. Lapisan dentin bersifat sensitif dan lebih lembut dari enamel. Dentin memiliki tabung kecil yang langsung terhubung dengan saraf gigi.

Ketika kerusakan gigi dibiarkan terlalu lama, bakteri akan terus bergerak sampai pulpa, yaitu bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Serangan bakteri membuat pulpa menjadi bengkak dan teriritasi.

Pada tahap ini, saraf yang tertekan akan menimbulkan rasa nyeri. Pada saat inilah Anda merasakan gejala ketidaknyamanan berupa sakit gigi yang bisa menjalar sampai rahang.

Faktor risiko yang dapat menjadi penyebab karies gigi

Selain malas menggosok gigi, ada berbagai faktor lain yang dapat membuat perkembangan bakteri dalam gigi semakin meningkat dan menyebabkan penyakit. Berikut di antaranya.

1. Sering mengonsumsi makanan dan minuman manis

Meski minuman dan makanan manis bukan penyebab gigi berlubang, keduanya tetap berperan dalam perkembangan karies gigi. Seperti yang telah disebutkan, bakteri mendapatkan energinya dari gula makanan yang Anda konsumsi.

Ketika Anda terus mengemil atau menyesap kudapan yang manis, tanpa disadari Anda sudah memberi bakteri mulut lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.

Makanan yang manis juga cenderung bersifat lengket dan menempel pada gigi untuk waktu yang lama. Bila Anda tidak membersihkan gigi dengan benar, sisa gula yang menempel akan semakin mempermudah pembentukan plak dari bakteri.

2. Faktor usia

Meski bisa terjadi pada siapa saja, anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami karies gigi. Karies pada anak-anak sering kali muncul akibat kebiasaan makan makanan manis serta cara menyikat gigi yang kurang baik.

Sementara pada lansia, proses penuaan dapat membuat gusi semakin surut. Alhasil, akar gigi terekspos dan lebih rentan terhadap karies gigi. Pembusukan akar gigi juga lebih umum dialami oleh orang-orang lanjut usia.

Faktor risiko lainnya dapat meliputi pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi dan asupan makanan yang kurang bergizi.

3. Lokasi gigi

Faktanya, kemunculan lubang lebih sering terjadi pada gigi geraham depan dan geraham belakang. Pasalnya, gigi ini memiliki banyak lekukan dan celah yang membuat partikel makanan lebih mudah menyangkut.

Karena letaknya yang berada jauh di belakang, sisa makanan akan lebih sulit untuk dibersihkan dengan sikat gigi. Akibatnya, area ini sering terbiarkan dan membuat sisa makanan menumpuk lebih banyak lagi.

4. Kekurangan fluoride

Fluoride adalah mineral alami yang dapat membantu mencegah gigi berlubang dan membuat enamel lebih tahan terhadap asam.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa fluoride dapat menghentikan kerusakan gigi yang telah berlangsung. Karena khasiatnya, mineral ini sering ditambahkan sebagai bahan dalam pasta gigi dan obat kumur.

Kekurangan fluoride juga bisa menjadi penyebab terjadinya karies gigi. Jika email gigi tidak mendapatkan cukup fluoride, lapisan ini akan menjadi lemah dan lebih rentan berlubang.

5. Mulut kering

Orang-orang dengan kondisi mulut kering lebih rentan mengalami karies gigi. Pada kondisi ini, kerja kelenjar ludah untuk menghasilkan air liur mengalami penurunan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan saat mengecap, mengunyah, menelan, dan berbicara.

Air liur membantu mencegah kerusakan gigi dengan membersihkan makanan dan plak dari gigi. Enzim dalam air liur juga dapat melawan asam yang diproduksi oleh bakteri.

Ketika produksi air liur berkurang, tingkat asam dan bakteri dalam mulut akan meningkat. Hal ini dapat berujung pada kerusakan gigi.

6. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) ternyata juga bisa menjadi penyebab karies gigi. Penyakit ini terjadi ketika katup lambung melemah sehingga membuat makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.

Terkadang, asam lambung bisa mengalir ke mulut, bergabung dengan asam yang dihasilkan oleh bakteri di mulut, dan menimbulkan kerusakan pada lapisan enamel gigi.

7. Gangguan makan

Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia dapat menyebabkan kerusakan gigi dan mulut yang menetap atau bahkan permanen.

Pengidap anoreksia kerap melakukan diet ekstrem agar berat badannya tidak naik. Pembatasan asupan makanan yang berlebihan membuat tubuh jadi kekurangan zat gizi yang penting untuk kesehatan gigi, seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B.

Sementara itu, kebiasaan memuntahkan makanan yang kerap dilakukan oleh pengidap bulimia dapat mendorong naiknya asam lambung ke mulut berulang kali. Gigi yang terus terkena asam lama-lama akan semakin rapuh dan mudah berlubang.

Itulah penyebab dan berbagai faktor risiko karies gigi. Maka dari itu, lakukanlah pencegahan dengan membersihkan gigi dua kali sehari serta rutin periksa ke dokter gigi setiap enam bulan.

Bila Anda memiliki kondisi medis lain yang membuat Anda lebih rentan terhadap karies gigi, lakukanlah perawatan dan berkonsultasilah ke dokter gigi untuk mengatasi kondisi tersebut.

Berita Kesehatan Lainnya